Turunkan Harga Bawang Putih, Pemprov Jatim Gelar Operasi Pasar

Pedagang bawang membeli bawang putih saat operasi pasar di Pasar Wonoasih Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)
Pedagang bawang membeli bawang putih saat operasi pasar di Pasar Wonoasih Kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

NGANJUKTIMES, PROBOLINGGO – Agar harga bawang putih tidak terus melambung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur bersama Pamkot Probolinggo, Rabu (24/4) pagi melakukan operasi pasar. 

Sebanyak 40 ton bawang putih yang disediakan pihak ketiga dari CV Sinar Padang Sejahtera, Surabaya yang dibandrol Rp 20 ribu per kilogram, ludes.

Pelaksanaan operasi pasar di Pasar Wonoasih. Sebanyak 200 pedagang bawang yang sebelumnya mendapat kupon, yang mendapat jatah bawang putih murah tersebut. 

Setiap pedagang oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) setempat dan Diskoperindag Jawa Timur, diminta menjual ke konsumen Rp 25 ribu per kilo.

Meski, kata kepala DKUPP Gatot Wahyudi, hargan bawang putih saat ini masih Rp45 ribu per kilonya. Padahal normalnya berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu/kilonya. 

Diharapkan, operasi pasar yang dilakukan pemerintah member dampak positif secara ekonomi ke masyarakat. 

Harga yang hingga kini tembus diangka Rp45 ribu, lambat laun akan turun. 

“Ya, bertahaplah. Ini operasi pasar yang pertama,” tandasnya.

Pihaknya akan menggelar lagi operasi yang sama dengan waktu yang belum ditntukan.

Menurutnya, melihat situasi dan ketersediaan bawang putih di pemprov.  

Menurutnya sejak tiga pekan terakhir harga bawnag putih melambung, pihaknya meminta ke pemprov untuk melakukan operasi pasar. 

“Pangajuan kami dikabulkan. Operasi pasar berikutnya, menunggu dari pemprov,” tambahnya.

Bawang yang dijual harga standart tersebut, tidak dijual ke konsumen. Tetapi dijual ke pedagang bawang putih yang ada di wilayahnya. 

Bagi warga yang ingin membeli diminta membeli ke pedagang dengan harga paling tinggi Rp25 ribu per kilo. 

“Pedagang yang menjual ke konsumen. Harga sudah kami patok Rp25 ribu. Tidak boleh menjual diatas harga itu. Ya, kami pantau,” ujar Gatiot.

Salah satu pedagang Nur Santoso (54) mangatakan, mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah. 

Pedagang di pasar Ketapang ini mendapat harga kulak lebih murah disbanding kulakan ke pedagang lain yang harganya Rp45 ribu per kilo. 

“Ya, terbantulah. Kami bisa jual lebih murah. Kalau harganya mahal, jualan gak laku,” tandasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]nganjuktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]nganjuktimes.com | marketing[at]nganjuktimes.com
Top