Wali Kota Hadi Temukan Banyak Mamin Kedaluwarsa

Wali Kota  Probolinggo, Hadi Zainal Abidin menunjukkan makanan dalam kemasan yang kedaluwarsa (Agus Salam/Jatim TIMES)
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin menunjukkan makanan dalam kemasan yang kedaluwarsa (Agus Salam/Jatim TIMES)

NGANJUKTIMES, PROBOLINGGO – Puluhan makanan dan minuman serta kosmetik diketahui kedaluwarsa, kemasannya penyok dan ada yang massa kedaluwarsanya tidak ada alias tidak tertulis. Bahkan ada makanan ringan yang diproduksi 2017 masih dijual di terminal Bayuangga, Kota Probolinggo.

Makanan dan minuman (Mamin) tak layak konsumsi tersebut ditemukan, saat wali Kota dan wakil wali kota beserta jajarannya serta lembaga perlindungan konsumen (LPK) inspeksi mendadak (sidak), Selasa (21/5) siang. Sasarannya, pusat perbelanjaan dan pertokoan serta warung di terminal Bayuangga.

Hasilnya, Tim Dinas Kesehatan menemukan snack kacang yang kedaluwarsa Januari 2019 lalu, namun masih terpajang di etalase. Salah satu dari dua minimarket yang disidak wali kota, ditemukan makanan dalam kemasan yang kedaluwarsa. Selain itu, diketahui, produk makanan re-packing tidak sesuai standar.

Seharusnya, produk re-packing dikemas dengan baik dilengkapi kode produksi, tanggal kedaluwarsa dan P-IRT. Dan merek atau nama produk tidak boleh dimasukkan di kemasan, melainkan harus di luar. Snack jelang habis masa berlakunya yakni, Juni juga ditemukan. “Kurang dari 3 bulan masa kedaluwarsa, tidak boleh dijual. Mohon barang ini ditarik dan tidak boleh dijual ya,” pinta Habib Hadi.

Sidak kedua dilanjutkan ke toko waralaba di Jalan Basuki Rahmat. Di toko modern ini didapati makanan ringan (Snack) kedaluwarsa. Habib meminta, pihak toko lebih teliti melihat produk yang akan dijual. Sebab, jika produk yang tidak layak tetap dijual, yang rugi adalah pembelinya. “Kami harap lebih teliti, kalau kedaluwarsa, kemasannya penyok, kembalikan ke distributornya. Jangan dijual,” harap Hadi.

Di supermarket timur bioskop wijaya, tidak ditemukan mamin kedaluwarsa atau kosmetik berbahaya. Habib Hadi menjelaskan sidak dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemkot melindungi konsumen khususnya warganya. “Pembeli jangan sampai dirugikan. Kami menemukan produk UMKM yang kemasaan kurang bagus,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri, yang sidak di tempat lain alias tidak bareng wali kota, juga menemukan mamin kedaluwarsa. Di dalam terminal, wawali menemukan produk mamin yang tidak ada tanggal produk dan masa kedaluwarsa serta kemasannya ada yang rusak dan tidak ada kode PIRTnya.

Di pusat oleh-oleh dan di minimarket kawasan Perumahan Kopian, Subri menemukan mamin kedaluwarsa. Sedang di toko Ratna, tidak ditemukan mamin yang kondisinya tidak layak jual dan kedaluwarsa. “Kami sifatnya pembinaan. Ke depan akan ada tindakan. Kami akan bekerja sama dengan instansi vertikal. “Kami berharap masyarakat lebih jeli,” ujar Subri.

Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Ira Wibawati menambahkan, sidak dilakukan 2 kali setahun. Yakni saat jelang lebaran dan hari natal serta Tahun baru. Karena di dua momen tersebut, permintaan naik. Mengingat, banyak warga memborong barang dalam waktu bersamaan. Kadang pemilik toko tidak teliti. Kami akan tindaklanjuti sidak ini.  Ya, berupa surat pemberitahuan dan himbauan,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]nganjuktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]nganjuktimes.com | marketing[at]nganjuktimes.com
Top