Kasus Pembuangan Bayi dalam Toilet, UPPA akan Tes DNA Ayah Biologis

Kanit PPA Polres Tulungagung,  Ipda Retno Pujiarsih (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)
Kanit PPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

NGANJUKTIMES, TULUNGAGUNG – Pengusutan kasus pembuangan bayi oleh Rosa (nama samaran, 16) di Puskesmas Kauman pada Kamis (10/1/19) lalu terus berlanjut.

Pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung sudah melimpahkan berkas perkara itu ke Kejaksaan Negeri Tulungagung.

Namun dikembalikan karena dinyatakan P-18 atau belum lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berkas dikembalikan untuk dilengkapi kembali, sebelum dilimpahkan ulang ke JPU.

JPU meminta dilakukan tes DNA kepada K, terduga ayah biologis bayi yang dibuang.

“Kalau bayinya dan ibunya kan sudah diambil sampel dan dilakukan tes DNA. Kalau terduga ayah biologisnya belum pernah,” terang Kepala UPPA Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih, Senin (10/6/19).

Tes DNA dilakukan untuk memastikan hubungan darah antara bayi dan K.

Meski sebelumnya K sudah mengakui jika telah melakukan persetubuhan dengan Rosa.

Dengan tes DNA, maka K tidak bisa mengelak dalam proses hukum.

“Sebenarnya dia sudah mengakui, bahwa memang bersetubuh dengan ibu bayi. Tapi pengakuan saja kan gak cukup, harus ada alat bukti,” sambung Retno.

Hasil tes DNA ini,  kata Retno kemungkinan untuk menjerat K dengan pasal persetubuhan di bawah umur.

“Jadi kemungkinan akan ada dua tersangka. Ibu bayi kena pasal perlindungan anak, sementara ayah biologisnya kena pasal persetubuhan di bawah umur,” papar Retno.

Selain tes DNA, pihak JPU juga minta hasil visum dari Puskesmas Kauman.

Meski sebelumnya penyidik sudah melampirkan berkas visum dari RS Bhayangkara Tulungagung.

Namun JPU minta yang dari Puskesmas Kauman, pihak yang melakukan visum pertama kali.

Lebih jauh Retno mengungkapkan, keluarga  Rosa tidak melaporkan K dalam perkara pencabulan.

Sebenarnya pihaknya bisa menjerat K tanpa laporan dari keluarga Rosa.

Namun penyidik saat ini masih fokus pada penyelesaian berkas perkara Rosa.

“Kami masih fokus untuk melengkapi berkas ibu bayi supaya lekas P21,” pungkas Retno.

Sebelumnya Rosa datang ke Puskesmas Kauman Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 18.45 WIB dengan keluhan nyeri perut tembus ke punggung.

Sekitar pukul 20.30 WIB Rosa pamit ke toilet untuk buang air besar.  Di toilet inilah Kiki melahirkan bayi laki-laki.

Bayi malang itu kemudian dicekik hingga mati lemas.  Dari pengakuannya, bayi nahas itu hasil hubunganya dengan K, saat masih sama-sama kelas IX SMP.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]nganjuktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]nganjuktimes.com | marketing[at]nganjuktimes.com
Top