Gandeng e-commerce, Kemendag RI Ajak Pelaku UMKM Kota Malang Kembangkan Ekspor Hingga Pasar Internasional

Suasana workshop Aktivasi Kerjasama Pengembangan Ekspor bersama para pelaku usaha UMKM di Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana workshop Aktivasi Kerjasama Pengembangan Ekspor bersama para pelaku usaha UMKM di Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

NGANJUKTIMES, MALANG – Persoalan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masih mendapat perhatian khusus. 

Lantaran selama ini pelaku usaha masih banyak yang belum mengandalkan dunia digital dalam memasarkan produknya.

Padahal, saat ini sudah memasuki revolusi industri 4.0 dimana para pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan ekspor produknya hingga pasar internasional.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan RI, Marolop Nainggolan menyatakan target ekspor pada tahun 2019 diharapkan bisa meningkat. 

Apalagi peluang produk yang dimiliki UMKM untuk ekspor itu dinilai sangat besar untuk berkembang.

"Target kita meningkat 7 - 7,5 persen, harapan itu diharapkan sampai tahun 2020. Dan itu harus tercapai. Produk - produk UMKM ini akan menjadi topangan ekonomi kita," ujar dia saat menghadiri Workshop Aktivasi Kerjasama Pengembangan Ekspor di Kota Malang, Rabu (19/6).

Menurut dia, Kota Malang memiliki produk UMKM yang sudah berkembang. 

Namun, sangat disayangkan apabila potensi tersebut belum menjangkau pasar internasional.

"Kasat mata produk UMKM kita cukup banyak dan cukup baik. Kota Malang salah satunya, sudah cukup berkembang. Nah, kita ingin memanfaatlan potensi yang sudah ini untuk masuk ke pasar e-commerce agar bisa menjangkau pasar luar negeri," imbuh dia.

Karenanya, pelaku UMKM tersebut harus meningkatkan kreatifitas dalam memasarkan produknya. 

Yakni dengan mengajak pelaku UMKM di Indonesia untuk memaksimalkan platform e-commerce dalam meningkatkan ekspor. 

Tapi, tidak serta merta menyuruh saja melainkan para pelaku usaha ini dikenalkan secara bertahap bagaimana proses dalam memasarkan produk - produk melalui media e-commers tersebut. 

Lantaran, selama ini masih banyak ditemui pelaku usaha yang segan untuk masuk dunia digital.

"Seperti apa sih kalau mau jualan, foto produk yang menarik bagaimana, alat yang harus dipergunakan, termasuk kalimat untuk melakukan promosi, supaya orang tertarik dan mengerti produk yang dijual," ungkapnya.

Dengan pengenalan tersebut, pihaknya juga memberikan beberapa platform e-commers yang bisa memjadi pilihan. Seperti Korea International Trade Association, kemudian Ralali.com, dan masih banyak lainnya.

"Kami kuatkan daya saing mereka, penguatan kapasitas pelaku usaha. Kami juga akan menyiapkan pilot project untuk membimbing pelaku usaha ini agar bisa menembus pasar ekspor Internasional," pungkas dia.

Pewarta : Arifina Cahyati Firdausi
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]nganjuktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]nganjuktimes.com | marketing[at]nganjuktimes.com
Top