Menuju Kursi Pringgitan 2020 (8)

Skenario Mengawinkan Kader Sendiri atau Koalisi, Bagaimana juga Kemungkinan Strategi Partai Selain PKB dan PDIP?

Ilustrasi persiapan kader parpol dalam pilkada 2020 (Ist)
Ilustrasi persiapan kader parpol dalam pilkada 2020 (Ist)

NGANJUKTIMES, MALANG – Beberapa partai politik dengan raihan di atas 20 persen dari jumlah keseluruhan kursi legislatif Kabupaten Malang, yakni PDI-Perjuangan dan PKB bisa jadi lebih leluasa mengusung pasangan calonnya (palson) di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

Walaupun tentunya, kebutuhan parpol terkait berbagai hal dari sosok luar juga masih terbuka lebar.

Otak-atik paslon, baik mengawinkan kader parpolnya sendiri, maupun meminang dari luar, tentunya sangat menarik untuk ditunggu.

Sesuatu hal yang dimungkinkan akan dilakukan oleh dua partai peraih 12 kursi di DPRD Kabupaten Malang. 

Terutama apa yang sudah disampaikannya beberapa pernyataan dari para petinggi kedua partai di tingkat provinsi.

PKB, melalui Ketua DPW Jatim Abdul Halim Iskandar, menyatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa kader untuk diusung dalam Pilkada 2020. 

"Kita prioritaskan kader internal dalam Pilkada, khususnya daerah-daerah yang kepemimpinannya murni dari kader PKB. Selain itu sembilan daerah di Jatim juga jadi prioritas PKB," ucap Abdul Halim.

Tapi, bukan berarti PKB telah memasang harga mati untuk mengusung atau mengawinkan kadernya sebagai Paslon Pilkada 2020. 

PKB, tetap memberikan ruang untuk calon eksternal.

Sehingga, dimungkinkan PKB akan menggunakan dua kaki dalam Pilkada 2020. 

Bila kebutuhan atas paslonnya tercukupi untuk dikawinkan, maka PKB akan memberangkatkan kadernya sendiri. 

Tapi, sebaliknya, apabila dirasa di daerah kadernya hanya bisa diberangkatkan satu, maka ruang bagi calon eksternal yang akan dipergunakan.

Di Kabupaten Malang, bursa nama balon Kepala Daerah dari PKB yang berpotensi diusung adalah Ali Ahmad sebagai Ketua DPC dan Sanusi yang menjabat Plt Bupati Malang. 

Bila skenario pertama yang diambil, maka PKB akan berhadapan langsung dengan PDI Perjuangan yang dimungkinkan juga mengusung paslon dari kadernya sendiri. 

Hal ini juga sempat disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sri Untari Bisowarno, yang namanya juga santer dibicarakan banyak kalangan sebagai calon kuat dalam Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

“Mesin politik kamu sudah panas dan siap menghadapi Pilkada 2020. Tentunya dengan kursi yang diperoleh PDI Perjuangan bisa mengusung sendiri kadernya untuk menjadi calon kepala daerah. Seperti di Kabupaten Malang ini,” ucapnya kepada MalangTIMES.

Sebagai informasi, bursa balon Kepala Daerah PDI Perjuangan Kabupaten Malang, masih diramaikan oleh sejumlah nama. Baik Sri Untari sendiri, Hari Sasongko, Didik Gatot Subroto dan Krisdayanti.

Walau nama terakhir dimungkinkan akan 'diparkir' dulu untuk berkecimpung di DPR RI.

Kedua partai itu, selain akan saling berhadapan bila mengusung Paslon dari kadernya masing-masing maka akan bertempur dengan koalisi parpol peraih suara lainnya di Kabupaten Malang.

Khususnya Golkar, Gerindra, dan NasDem yang juga telah bersiap dengan nama-nama kadernya masuk dalam bursa balon.

Golkar ada nama Siadi, Gerindra selain Moreno Soeprapto juga ada Chuzni Mubarok ketua DPC Gerindra Kabupaten Malang yang juga telah bersiap maju. 

Di NasDem dengan Raihan 7 kursi ada Jajuk Rendra Kresna, Moh Geng Wahyudi dan Kresna Dewanata Phrosakh. 

Walau dari berbagai informasi kans melaju ke Pilkada 2020 lebih berpeluang di tangan Jajuk.

Sehingga, pertarungan pilkada Kabupaten Malang 2020, akan menghasilkan sekitar 3- 4 Paslon pada nantinya. Yakni PDI Perjuangan dan PKB akan berjalan sendiri-sendiri, serta parpol koalisi yang dimungkinkan bisa menghasilkan 2 Paslon.

Abdul Musawir Yahya, dari Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Jawa Timur (PGK JT) mengatakan, bahwa pilkada Kabupaten Malang 2020 memang diprediksinya akan sengit. 

"Saya rasa akan sengit ya. Dengan komposisi dan nama-nama yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Apalagi pilkada 2020 juga waktunya masih berdempetan dengan pemilu 2019 kemarin," ucapnya.

Dengan skenario tersebut, lantas bagaimana dengan calon dari luar yang juga memiliki potensi besar dalam pemenangan Pilkada 2020. 

Nantikan berita serial Menuju Kursi Pringgitan 2020 di MalangTIMES.com selanjutnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]nganjuktimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]nganjuktimes.com | marketing[at]nganjuktimes.com
Top