Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Kabar gembira bagi ribuan pedagang maupun warga yang terbiasa melakukan aktivitas di kawasan Pasar Besar Kota Malang. Ya, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal melakukan pembangunan ulang di area pasar yang kerap tertimpa musibah kebakaran itu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, jika pihak manajemen pengelola Pasar Besar telah menemui Pemkot Malang untuk membuat kejelasan nasib pasar tersebut.

"Sudah ya, Pasar Besar itu manajemen Matahari sudah ke kami. Tapi masih ada persoalan force majeure-nya kemarin tidak dimasukkan dalam PKS (perjanjian kerjasama)," ujar dia.

Ia menambahkan, dari kejadian tersebut pihak manajemen Matahari meminta rekondisi. Tapi, pihak Pemkot Malang masih akan melakukan penjajakan. "Kejadian itu kan berdasarkan labnya mereka (pihak Matahari) itu bisa, jadi rekondisi. Mungkin ada pembenahan tiang atau apanya, Nah, itu yang nanti akan kami lakukan penjajakan," imbuhnya.

Apabila permintaan itu dilakukan dengan pembiayaan dari pihak ketiga tersebut, maka Pemkot Malang juga akan mengkaji lebih dalam. Politisi Demokrat itu menjelaskan, rekondisi kemungkinan memang masih bisa dilakukan. Tapi, tidak untuk penambahan durasi persewaan pasar tersebut.

"Mereka dulu menanyakan kalau direkondisi mengajukan sewa tambahan gimana? saya jawab tidak. Nanti kalau penambahan dan retribusinya minta ganti dari pedagang pasar gimana? Saya jawab tidak bisa. Insya Allah dalam waktu dekat kalau dia memang berkomitmen untuk meneruskan rekondisi kami akan lakukan segera mungkin, ya atau tidaknya," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika tidak segera dilakukan rekondisi maka Pemkot Malang akan mengambil alih pembangunan ulang Pasar Besar tersebut.

"Kemarin saya tantang, ketika tidak melanjutkan. Malah saya senang, nanti saya robohkan dan saya bangun lagi. Seperti di daerah lain Banyuwangi itu, dananya hutang dulu ke Bank Jatim sebenarnya bisa," tandasnya.


End of content

No more pages to load