Tubuh ST sesaat sebelum dievakuasi ke RSUD Dokter Iskak Tulungagung (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)

Tubuh ST sesaat sebelum dievakuasi ke RSUD Dokter Iskak Tulungagung (Foto : Dokpol / TulungagungTIMES)



Entah apa yang dipikirkan oleh seorang pria yang bernama ST (36) warga Dusun Ringinagung Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung ini. Dirinya nekat melakukan aksi gantung diri di siang bolong di rumahnya pada Rabu (19/06) sekitar jam 15.30 wib.
"Diketahui orang meninggal dunia karena gantung diri, di dalam rumahnya," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo.

Saat ditemukan dalam posisi menggantung, ST berada dalam rumah atau tepatnya di balok kayu antara ruang tamu dengan ruang keluarga.
"Pertama kali diketahui oleh istrinya saat  terbangun dari tidur siang," ungkap Enro.

Saat itu, TW istri ST ketika keluar dari kamar tidur terkejut ketika melihat suaminya yang sudah dalam keadaan gantung diri di balok kayu.
"Melihat hal tersebut istri korban sambil berteriak-teriak minta tolong menurunkan korban, korban berhasil diturunkan dan kemudian digeletakan di lantai dengan posisi terlentang kepala menghadap kearah barat," papar Endro.

Beberapa saat kemudian datang para tetangga ke rumah ST dan warga yang lain melapor ke Polsek Kedungwaru melalui telpon.

"Ketika petugas datang ke TKP diketahui korban sudah dalam keadaan tergeletak di lantai dengan memakai kaos abu-abu kombinasi merah dan celana kolor warna hitam dengan posisi kepala menghadap ke arah barat, dan korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia," terangnya.

Dari pemeriksaan petugas medis dari RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dan petugas Identifikasi Polres Tulungagung tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.
"Berdasarkan keterangan dari saksi-saksi bahwa korban gantung diri diduga karena mengalami depresi," pungkasnya.


End of content

No more pages to load