Perajin lampion saat mengerjakan pesanan untuk perayaan Tahun Baru Imlek (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Perajin lampion saat mengerjakan pesanan untuk perayaan Tahun Baru Imlek (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Perayaan Tahun Baru Imlek rupanya menjadi berkah bagi perajin lampion. Ya, memang sudah menjadi hal umum jika lampion khas Imlek menjadi pernak-pernik yang tak terlewatkan.

Hiasan yang satu ini bakal ada di tempat peribadatan bagi umat Tionghoa, Klenteng ataupun bisa juga menjadi hiasan rumah dan pusat-pusat perbelanjaan saat Tahun Baru Imlek tiba.

Di Kota Malang, perajin lampion laris manis. Jelang perayaan Imlek yang bakal berlangsung pada Sabtu (25/1) mendatang ini perajin lampion di Jl Juanda, Kelurahan Jodipan Kota Malang mendapat peningkatan pesanan lebih dari 100 persen.

Jika biasanya dalam satu bulan, pesanan lampion mencapai angka 1000 hingga 1500. Berbeda di bulan menjelang Imlek, pesanan lampion mencapai 4500. "Jelang Imlek permintaan lampion alhamdulillah makin meningkat dari tahun kemarin, tahun ini produksi lampion Imlek sekitar 4500. Kalau tahun lalu sekitar 3500-an," ungkap salah satu perajin lampion, Yoga saat ditemui MalangTIMES, Senin (20/1).

Ia mengaku, kebanyakan yang pesan ke tempatnya dari luar daerah bahkan hingga ekspor ke luar negeri. Untuk menyelesaikan pesanan tersebut, biasanya lampion harus selesai di H-2 minggu atau H-3 minggu. 

"Kita menyelesaikan itu sekitar dua bulanan, jadi khusus pesanan Imlek yang mengerjakan antara 9 - 15 orang. Biar bisa selesai tepat waktu, karena H-2 minggu atau H-3 mingguan itu kan sudah harus selesai dan dikirim," imbuhnya.

Sementara itu, untuk lampionnya sendiri pihaknya membanderol harga kisaran Rp 12.500 hingga Rp 100 ribu. Menurutnya, untuk menyelesaikan desain lampionnya dirinya tidak mendapatkan request dengan desain yang nyentrik. Hanya saja, tulisan yang harus dicantumkan yang menjadi pembeda.

"Harga jual sama, kalau yang umum laku ya kisaran Rp 12.500 sampai Rp 100 ribu itu, biasanya yang bola-bola besar berdiameter 1-2 meter. Imlek ini, kalau gambar khusus enggak ada, paling tulisan China-nya yang dipesan khusus," jelasnya.

Pihaknya sering menerima pesanan dari instansi, atau perorangan saja. Kalau untuk Klenteng, dijelaskannya biasanya mengambil langsung dari China. "Klenteng enggak ada ya, kadang perorangan dan instansi juga kadang-kadang. Paling ada pesanan kemarin itu di Vihara di daerah Singkawang, Kalimantan Barat itu kemarin mencapai 2500 lampion," pungkasnya.