Habib Umar Assegaf (Foto: CNN Indonesia)
Habib Umar Assegaf (Foto: CNN Indonesia)

Habib Umar Assegaf baru-baru ini menjadi sorotan publik.

Berawal dari sebuah video yang viral, pimpinan salah satu pondok pesantren itu dilaporkan ke polisi.

Dalam video yang beredar di media sosial itu, terlihat Habib Umar Assegaf sedang adu pukul dengan petugas Satpol PP. 

Baca Juga : Protes Penangkapan Bahar bin Smith, Kuasa Hukum Sebut-Sebut Nama Jokowi

Habib Umar ditegur lantaran telah melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Jawa Timur.

Peristiwa itu lantas dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Lantas bagaimana kronologi peristiwa tersebut sehingga Habib Umar dilaporkan ke polisi

Dikatakan oleh Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra, peristiwa itu terjadi pada Rabu (21/5/2020) sore.

Sebuah mobil sedan berplat nomor N 1 B yang ditumpangi Habib Umar akan menuju Surabaya.

Namun, saat sampai di check point, petugas menghentikan mobil yang ternyata di dalamnya menampung lima orang.

Teddy lantas menjelaskan hal tersebut sudah menyalahi aturan PSBB.

Diketahui, di masa PSBB ini kendaraan hanya boleh berisi 50 persen kapasitas.

Artinya, mobil tersebut sedianya hanya diisi tiga orang saja yakni satu sopir dan dua penumpang.

Selain itu, ada juga penumpang yang tak menggunakan masker.

"Jadi kalau jenis sedan seperti itu harusnya maksimal 3 orang, 1 sopir depan, dua penumpang di belakang. Sedangkan kondisi di mobil saat itu full 5 orang," kata Teddy dikutip dari CNN.

Tak ayal petugas meminta mobil tersebut untuk putar balik dan tidak diperbolehkan masuk ke Surabaya.

Mengetahui hal itu Habib Bahar lantas berteriak dan menolak arahan dari petugas.

Ia protes mengapa tak diperbolehkan masuk ke Surabaya.

Baca Juga : Terkuak Modus Bahar bin Smith 'Sebatang Dulu' Sebelum Digiring Kembali ke Penjara

Hingga akhirnya terjadi aksi dorong dan pukul antara Habib Bahar dan petugas.

Akibatnya, Habib Umar pun dilaporkan ke Polda Jawa Timur.

Laporan tersebut lantas dibenarkan oleh Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto.

Nantinya kepolisian akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah proses penyidikan.

Terkait Habib Umar yang dilaporkan ke polisi, ia justru mendapatkan pembelaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

MUI menyesalkan kejadian aksi dorong antara Habib Umar dan petugas Satpol PP.

Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin mengatakan seharusnya peristiwa itu tak harus terjadi.

Ainul mengatakan seharusnya petugas bisa lebih sabar dan mengendalikan diri ketika tahu orang tersebut adalah Habib Umar.

Ainul juga menjelaskan sosok Habib Umar bukanlah orang sembarangan.